Marshaller

Bicara tentang dunia penerbangan, ada banyak profesi di dalamnya dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing, salah satunya adalah marshaller.

Istilah marshaller mungkin masih asing bagi sebagian masyarakat. Namun, tahukah Anda bahwa pesawat juga membutuhkan seorang juru parkir? Secara sederhana, marshaller bisa diartikan sebagai juru parkir pesawat terbang. Jika Anda pernah melihat petugas bandara yang memakai penutup telinga, rompi keselamatan, dan menggunakan tongkat marshalling di landasan pacu, mereka yang disebut sebagai marshaller.

Apa Saja Tugas Marshaller dan Fungsinya?

Mengutip penjelasan Kemenhub RI, tugas utama seorang marshaller adalah memarkir pesawat. Ia bertugas memandu pilot dengan memberikan aba-aba atau sinyal visual untuk memarkir pesawat yang mendarat di landasan pacu. Seperti diketahui, pilot akan berkoordinasi dengan sejumlah petugas bandara saat akan melakukan pendaratan. Mengingat para pilot tidak bisa melihat jalur parkir dari dalam kokpit pesawat, mereka perlu bantuan dari seorang marshaller. Marshaller akan memandu pilot dan berkomunikasi menggunakan aba-aba visual berupa gerakan tertentu. Marshaller harus memberikan arahan yang cepat dan tepat agar pesawat bisa parkir atau berhenti di tempat yang telah ditentukan. Dikutip dari laman Finavia, marshaller biasanya akan langsung mendekat ke arah pesawat yang baru tiba di taxiway (jalan penghubung bagi pesawat). Mereka terkadang juga menggunakan kendaraan khusus atau yang biasa disebut dengan follow me car. Jadi, pesawat tinggal mengikuti kendaraan tersebut menuju tempat yang ditentukan. Begitu pesawat memasuki area ramp, marshaller akan keluar dari kendaraan lalu memandu pilot dan mengarahkannya sambil memberikan isyarat tangan. Semua harus dilakukan dengan tepat, sampai pesawat tiba di pemberhentian terakhir, terdapat sejumlah isyarat tangan yang harus dilakukan marshaller dalam memberikan instruksi kepada pilot. Instruksi tersebut bermacam-macam, mulai dari aba-aba untuk menghidupkan/mematikan mesin, aba-aba untuk berjalan pelan, hingga perintah untuk berhenti.

Laman Kemenhub RI juga memberikan keterangan bahwa setidaknya ada tiga fungsi utama dari seorang marshaller.

Pertama, mencegah kecelakaan pesawat dengan memastikan bahwa apron (pelataran bandara atau tempat parkir pesawat) telah steril dan aman.

Kedua, memastikan pesawat terparkir sempurna.

Ketiga, menjaga kerapian dan ketertiban di landasan pacu. Dengan 3 fungsi di atas, maka bisa dipastikan bahwa tugas marshaller tidaklah mudah. Profesi ini bahkan terbilang sangat menantang, bukan hanya karena tanggung jawabnya yang besar, tetapi juga resikonya yang tinggi. Salah satu tantangan terberat seorang marshaller adalah ketika sedang bertugas saat cuaca buruk. Ketika terjadi cuaca buruk, penglihatan dan jarak pandang di bandara akan terbatas. Sedangkan marshaller harus tetap melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Itulah kenapa perekrutan marshaller tidak bisa sembarangan. Seseorang yang ingin jadi marshaller harus menempuh pendidikan di institusi khusus penerbangan, mengikuti diklat ataupun pelatihan, hingga memiliki lisensi resmi.